"Anak saya juga tidak tahu bahwa akan terjadi penyerangan, tiba-tiba ada penyerangan seperti itu. Hanya karena anak saya menyampaikan, ketika dia melihat kapal yang mencurigakan.
"Semua awak kapal di atas langsung diikat, ketika dia merasa curiga. Nah, itulah dia tahu anak saya sudah sampaikan bahwa bukan itu (kapal penyergap), karena itu adalah kapal tanker. Ternyata, memang itu yang membebaskannya," tutur Syamsuddin bercerita dari informasi anaknya.
Ashari juga bercerita terjadi baku tembak antara petugas keamanan militer. Sempat rekan-rekannya berpura-pura mati, lalu perompak gelisah siapa yang menjalankan kapal. Ia sempat lari ke depan kapal, namun setir kapal sudah dirusak. Korban pun sempat ditendang perompak.
"Dia bilang kepada perompak, kalau saya mati, siapa lagi mau jalankan ini kapal. Nah, ternyata sudah diserbu naik. Itulah penyelamatan anakku, Allah masih lindungi dia, sehingga tidak sempat (ditembak), alhamdulillah dia selamat," ucap Syamsuddin didampingi istrinya.
Saat penyergapan itu berlangsung, ada 17 awak kapal. Terjadi baku tembak antara perompak dengan tim penyelamat. Namun naas, lima orang awak kapal ditembak perompak dan dinyatakan meninggal dunia.