"Ada 17 orang awak kapal itu, lima orang meninggal. Tiga dari Pakistan, satu dari India, dan satu dari Myanmar. Kalau dari Indonesia empat orang (selamat) tapi, satu cedera kakinya, namanya Fikri dari Bogor. Saya dikabari anak saya itu sudah bebas hari Selasa, minggu lalu," katanya menceritakan

Sejauh ini, anaknya tetap mengabari keluarga meski berada di Bosaso, di bawah pengawasan militer. Hanya saja, waktu-waktu tertentu yang dapat berkomunikasi.

"Kondisinya dalam keadaan sehat, masih dikawal. Tadi malam telpon video, dia sehat-sehat. Rencana mau ke rumah sakit dipertemukan temannya yang cedera tadi, dirawat. Anak saya masih trauma, was-was meski di kawal militer, dia tetap waspada. Kami sampaikan di sini supaya tidak lalai," ucapnya.

Mengenai komunikasi dengan pemerintah untuk tindakan selanjutnya usai dibebaskan, Syamsuddin bilang, sudah dilakukan termasuk dengan anggota DPR RI bagaimana cara supaya anaknya dipulangkan dari Somalia ke Indonesia.

Sebelumnya, kapal itu ditumpangi 17 orang pelaut. Empat di antara WNI masing-masing Ashari Samadikun kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulsel. Adi Faizal 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Sulsel. Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, Jawa Tengah dan Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat.