"Pada operasi besar itu ditemukan kawat yang panjang sepanjang kurang lebih 21 cm. Itu di antaranya 16 cm ada di arteri koroner dan 5 cm masuk di pembuluh darah jantung," ujarnya.

Jafri mengatakan kondisi Ediyanto sempat lemas. Saat ini pasien masih menjalani pemulihan di rumah sakit di Singapura. Ediyanto masih dapat berkomunikasi dengan keluarga meski kondisinya lemah.

"Kondisinya sempat lemas juga. Jadi proses pemulihan. Ngomong bisa. Dia ada pesan-pesan kami juga begitu," katanya.