"Sekuriti itu ngenalin, 'Wah ini karyawan di tempat saya nih,' Akhirnya sekuriti mendampingi dia ke dalam kantor hajatan. Nah, setelah di kantor hajatan kan udah disamain tuh, dia udah pakai baju hitam, ternyata secara spesifikasi bukan. Sangat beda jauh kan secara yang dituduhkan, akhirnya dilepaskan. Tapi pas dilepaskan itu, namanya posisi saudara saya juga bingung dan syok kan, trauma," ungkapnya.

Kemudian soal video permintaan maaf keluarga pelaku adalah permintaan AAN. Namun awalnya itu bukan diminta untuk diunggah ke media sosial.

"Itu sebenarnya permintaan maaf itu pada saat kejadian. Pada saat kejadian kan saudara saya kan posisi sendiri. Nggak dikasih buat nelepon keluarga ataupun saudara yang di Jakarta. Nah, sempat saudara saya bingung kan, syok juga," ucapnya.

Katanya video itu untuk disimpan AAN untuk pembelaan diri. Dia khawatir bila mana di kemudian hari ada video dirinya diarak dituduh mencuri viral di media.

"Itu mah bukan permintaan bukan permintaan maaf dari pelaku, itu permintaan maaf yang dimintakan saudara saya, biar misalkan kantornya bisa misalkan kantornya ngelihat nih, ada bukti video dia tersebar "Oh, dia maling gini", paling enggak dia udah punya pegangan bahwasanya dia dituduh," tegasnya.

Selanjutnya, AMK membenarkan kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan. Katanya dia ingin kasus ini diproses menurut hukum yang berlaku.

"Biar diproses secara hukum ajalah gimana gimana keputusannya kan kita balikin, balik lagi ke pihak yang berwenang," katanya.