NADIKABAR.COM — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setidaknya sudah hampir 3 bulan menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Hal itu membuat aktivitas warga terganggu total dari mulai kegiatan aktivitas sehari-hari hingga kesehatan.
Seorang dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang, Imam Warmasnyah, mengeluhkan perkuliahan yang terpaksa dilakukan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat pekatnya kabut asap. Menurutnya, cara tersebut tidak efektif.
"Pastinya kabut asap ini sudah sangat terlalu lama dibiarkan, meskipun berbagai upaya sudah pernah ada tapi faktanya saking lamanya ini sangat mengganggu semua lini terutama di kampus," ujar Imam, Kamis (22/10).