"Kalau saya tiap pagi olahraga, tapi kabut asap ini sangat mengganggu aktivitas kami, mata jadi perih, napas sesak, tenggorokan kering," ujar Rasya.
Ia menambahkan, kabut sempat hilang beberapa hari setelah penaburan dry ice, namun kembali lebih parah.
"Sempat hilang beberapa hari habis dry ice, tapi hari ini malah lebih parah dari kemarin. Saya berharap semoga kabut asap ini pulih kembali, karena sudah hampir 3 bulan seperti ini," harapnya.
Saat ini, warga hanya bisa berharap pemerintah mencari solusi jangka panjang, bukan hanya mengandalkan tabur dry ice yang hanya bertahan 3 hari, agar kualitas udara di Palembang kembali bersih dan sehat.