Tak hanya induk dan bayi orang utan, sejumlah satwa lain juga telah dievakuasi di tengah karhutla yang terjadi di Berau. Paulinus menyebut sejauh ini terdapat kukang dan tenggiling yang diselamatkan dari area terdampak kebakaran.

"Sementara induk orang utan dan bayinya berasal dari wilayah Kutai Timur," ujar dia.

Jumlah satwa yang terdampak belum dapat dipastikan karena tim masih melakukan patroli dan pendataan di lapangan. Satwa yang telah dievakuasi juga belum akan dilepasliarkan sebelum kondisinya benar-benar pulih dan habitat dinilai aman.

"Jumlah ini masih bersifat sementara karena tim terus melakukan patroli dan pendataan di lapangan. Pelepasliaran baru akan dilakukan setelah kondisi satwa pulih dan habitatnya kembali dinilai aman," kata dia.

Ancaman karhutla juga masih berada tidak jauh dari PPS Long Sam. Titik kebakaran yang sebelumnya terpantau sekitar 10 kilometer dari pusat rehabilitasi tersebut hingga kini masih terus diawasi tim.

"Upaya pemadaman dan pembuatan sekat dilakukan untuk memutus pergerakan api. Namun, kondisi belum sepenuhnya aman karena cuaca sangat kering, arah angin dapat berubah, dan titik api berpotensi muncul kembali," kata dia.