Selain mengandalkan sumber alami, pihak balai juga menyiapkan bak air buatan di berbagai titik strategis. Sejauh ini, terdapat tujuh bak buatan yang dibangun untuk menampung pasokan air, termasuk penyiapan tempat minum di lokasi pelepasliaran burung.
Kemarau panjang tak hanya mengurangi ketersediaan air bagi satwa. Savana dan vegetasi hutan musim di kawasan TNBB juga berubah menjadi kering. Rumput dan semak yang kehilangan kadar air menjadi material yang sangat mudah terbakar jika tersulut api.
Kondisi tersebut membuat TNBB berada dalam status rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Guna mengantisipasi ancaman tersebut, pengamanan di seluruh area TNBB kini diperketat.
Sejumlah hidran telah disiapkan untuk mendukung penanganan darurat, sementara armada pemadam kebakaran beserta personel disiagakan di lokasi.