NADIKABAR.COM — Sejumlah berita humaniora menarik yang terjadi pada Kamis (9/10) dan bisa dibaca kembali pada hari ini untuk mengawali hari.
Berita dimulai dengan dampak industri obat dan makanan untuk ekonomi nasional hingga tanggapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal subsidi biaya haji.
1. Industri obat-makanan sumbang Rp10 ribu triliun perekonomian nasional
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengklaim industri obat dan makanan memiliki potensi kontribusi sekitar Rp10 ribu triliun setiap tahun terhadap perekonomian nasional seiring besarnya jumlah pelaku usaha yang bergerak dalam sektor tersebut.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan jumlah perusahaan sektor farmasi dan pangan di Indonesia ada sebanyak 45.000 perusahaan besar dan 4,2 juta UMKM.
"Ada yang revenue ratusan juta per tahun, ada yang untung ratusan miliar, bahkan ada triliunan hingga ratusan triliun. Kalau digabung semuanya dari 4,3 juta pelaku usaha tentu angka Rp10 ribu triliun itu bukan khayalan," ujarnya.
2. BPKH salurkan Nilai Manfaat Rp8,83 triliun untuk haji 2027
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan Nilai Manfaat untuk jamaah calon haji reguler 1448 Hijriah/2027 Masehi sebesar Rp8,83 triliun setelah Pemerintah dan Komisi VIII DPR RI menetapkan komposisi dan biaya haji.
"BPKH siap mendukung penuh dan menyalurkan alokasi Nilai Manfaat sebesar Rp8,83 triliun. Kami memastikan alokasi ini siap dicairkan tepat waktu untuk mendukung operasional penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi," ujar Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah
3. Pendaftaran SMA Unggul Garuda Baru dibuka, ratusan beasiswa disiapkan
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2027/2028 secara daring mulai 3 Oktober hingga 13 November 2026, dan menyiapkan ratusan beasiswa.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan SMA Unggul Garuda merupakan upaya pemerintah dalam menghadirkan ekosistem pendidikan khusus yang menerapkan kurikulum bertaraf internasional, didukung fasilitas lengkap serta guru dan tenaga kependidikan yang berkualitas.
"Khusus untuk sekolah Unggul Garuda Baru, pemerintah menyiapkan beasiswa penuh untuk memfasilitasi dan memastikan para talenta unggul yang kelak terseleksi dapat menjalankan pembelajaran dengan fokus penuh," katanya.
4. DPR usul bentuk Satgas Anti-Fraud Akademik berantas joki skripsi
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Fraud Akademik Nasional untuk mengatasi praktik kecurangan akademik, termasuk maraknya jasa joki skripsi di perguruan tinggi.
"Jika lulusan perguruan tinggi kita tidak memiliki kompetensi nyata karena gelar sarjananya dibeli lewat joki, maka yang akan kita panen adalah bencana demografi. Dunia industri akan semakin tidak percaya pada ijazah dari kampus dalam negeri," kata pria yang akrab disapa Fikri itu.
5. MUI: Subsidi biaya haji jadi wujud kehadiran negara layani umat
Majelis Ulama Indonesia (MUI) memandang dukungan subsidi yang diberikan pemerintah yang masuk dalam postur Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) menjadi bukti kehadiran negara dalam mengurus dan memfasilitasi kebutuhan warga negaranya, khususnya dalam bidang keagamaan.
"(subsidi) Itu bukti negara hadir terhadap urusan warga negara," ujar Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh.