NADIKABAR.COM — Serangan siber kini tak lagi sebatas virus atau phishing sederhana. Kejahatan digital telah memasuki era baru di mana peretas memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan manipulasi media (deepfake) untuk mengelabui korban dengan tingkat presisi yang sangat meyakinkan.

Merespons ancaman canggih tersebut, Bitdefender meresmikan kemitraan distribusi eksklusif bersama PT Gema Informatika Abadi (PT GIA) di Indonesia untuk memboyong teknologi pemutus scam dan pendeteksi deepfake berbasis AI bagi pengguna awam.

Pemanfaatan AI oleh pelaku kejahatan siber membuat batas antara informasi asli dan palsu makin kabur: