NADIKABAR.COM — Grup musik Maliq & D’Essentials merancang sendiri video minimalis untuk seluruh lagu dalam album kesepuluh mereka yang bertajuk "Kabar Gembira".
Penabuh drum Maliq & D’Essentials, Widi Puradiredja, mengatakan konsep minimalis tersebut memungkinkan penonton menafsirkan makna lagu berdasarkan imajinasi masing-masing tanpa terlalu terpengaruh oleh elemen visual yang dominan. Pendekatan ini sekaligus memberi ruang bagi setiap personel untuk mengekspresikan diri secara alami.
"Gua lebih pengin ngebebasin anak-anak ekspresinya sesuai apa yang dirasain aja gitu," ujar Widi saat sesi dengar album terbaru Maliq & D’Essentials di Jakarta, Kamis.
Pilihan konsep tersebut sejalan dengan pendekatan band dalam mengemas pertunjukan langsung selama lebih dari 20 tahun berkarya. Maliq & D’Essentials terbiasa meminta tim produksi konser membatasi penggunaan tata lampu dan visual yang terlalu mencolok agar karakter musik tetap menjadi pusat perhatian.
Proses pengambilan video musik dilakukan secara mandiri di markas band menggunakan latar layar hijau (green screen). Mereka menargetkan penyelesaian video untuk tiga lagu dalam sehari dengan bantuan penyunting (editor) yang memahami penyutradaraan.
Vokalis Maliq & D’Essentials, Indah Wisnuwardhana, mengungkapkan proses syuting dilakukan oleh para personel secara terpisah. Mereka tidak mengetahui aksi rekan satu grup saat direkam di depan kamera, sehingga harus memperkirakan gerakan satu sama lain.
Tampilan personel dalam video musik untuk sembilan lagu di album kesepuluh tersebut dapat disaksikan langsung oleh publik melalui "Kabar Gembira Exhibition".
Pameran ini merupakan kolaborasi antara Sony Music Entertainment Indonesia dan Connect by ASHTA di lantai dasar mal kawasan SCBD, Jakarta, yang berlangsung mulai hari ini hingga 17 November 2026.
Eksibisi ini juga dirancang untuk menampilkan transformasi identitas Maliq & D’Essentials menjadi sebuah jenama (brand) ekosistem bisnis melalui MAD HAUS.
MAD HAUS merupakan markas band yang aktif mengelola pilar industri kreatif di luar musik, seperti desain, pertunjukan teater, hingga produk kerajinan, yang dapat diakses langsung oleh masyarakat selama periode pameran.