Pilihannya mulai dari yang manis sampai gurih. Ada klepon, dadar gulung, kue putu ayu, kue lapis, risol, pastel, sampai lemper bakar.

Carmelita mengungkap jika jajanan pasar di sini dibuat fresh setiap harinya dengan menggunakan bahan-bahan premium. Ketika dicoba, memang rasa manisnya tidak berlebihan, tidak bikin enek, tekstur kelembutan dan kekenyalannya juga pas.

Kami mencoba klepon aneka warna, mulai dari putih, hijau, pink muda, sampai pink tua. Ketika digigit, tekstur adonan kleponnya kenyal tapi lembut. Isian gula merahnya langsung 'muncrat' di mulut, tetapi rasanya tidak begitu manis dan tidak lengket di area mulut maupun tenggorokan.

Lemper bakar juga jadi salah satu yang favorit di sini. Untuk lemper bakar, mereka menggunakan adonan ketan yang dicampur pandan, sehingga warnanya hijau alami. Lalu diisi dengan suwiran ayam melimpah.

Tersedia banyak pilihan makanan berat di Kembang Goeyang. Salah satu yang tak boleh dilewatkan adalah Nasi Ungu Komplet (Rp95.000).

"Sebenernya ini terinspirasi dari nasi uduk. Cuma kami buat berbeda, nasinya pakai bunga telang jadi warnanya ungu," ujar Faizal kepada NadiKabar.

Carmelita juga menjelaskan kalau Nasi Ungu Komplet bisa menjadi pilihan sarapan hingga makan siang yang pas untuk pelanggan.

Seporsinya terdiri dari nasi gurih berwarna ungu, irisan telur dadar, ayam goreng kremes, ikan teri, kentang goreng balado, bakwan jagung goreng, sambal, kerupuk warna-warni, serta sayur asem yang disajikan terpisah.

Porsi setiap lauk disajikan pas, tidak terlalu banyak maupun sedikit. Rasa nasinya gurih ringan, sehingga cocok dinikmati bersama aneka lauk pelengkap. Sambalnya, seperti sambal terasi yang rasanya gurih, sedikit manis, dan pedasnya masih aman di lidah.

Sayur asemnya juga terasa istimewa. Ditambah kecombrang jadi kuahnya terasa lebih menyegarkan.

Makan di kopitiam tak lengkap tanpa cicip roti bakar. Namun, uniknya roti bakar di sini tidak disajikan dalam bentuk tipis dan tekstur yang garing ala kopitiam Singapore.