NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk mempercepat transisi emisi nol bersih melalui peluncuran panduan dan analisis program Net Zero Campus.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco menyampaikan bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan ruh utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pembangunan nasional untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
"Saat ini sudah sekitar 200 kampus yang terlibat. Ada beberapa kampus yang sudah melakukan recycling cukup bagus, bahkan biaya untuk recycling jauh lebih kecil dibandingkan uang yang didapat dari ekonomi yang dilakukan di kampus," kata Badri dalam kegiatan peluncuran panduan dan laporan program Net Zero Campus di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Selasa.
Sekjen Badri mengungkapkan bahwa upaya penataan lingkungan kampus yang berkelanjutan tersebut juga diselaraskan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai gerakan ASRI, yakni Aman, Sehat, Rapi, dan Indah.