NADIKABAR.COM — Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco menegaskan bahwa pencapaian peringkat dan reputasi global perguruan tinggi harus diikuti dengan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui keterangan di Jakarta, Rabu, Badri menyebut peringkat perguruan tinggi tidak semestinya menjadi tujuan akhir, melainkan modal dan kekuatan institusi untuk menghasilkan dampak bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

"Peringkat tinggi bukanlah sebuah trofi untuk disimpan dalam lemari administratif. Ini adalah platform kekuatan dan kemampuan. Nilai sejati dari peringkat universitas berkaitan dengan seberapa efektif kekuatan institusi diterjemahkan menjadi dampak institusi," katanya.

Badri menilai pemeringkatan perguruan tinggi selama ini banyak dipengaruhi oleh indikator, seperti produktivitas penelitian, jumlah sitasi, dan reputasi institusi di lingkungan akademik.

Menurut dia, indikator tersebut tetap penting dalam menunjukkan kualitas dan daya saing perguruan tinggi secara global. Namun, capaian tersebut perlu diterjemahkan menjadi manfaat yang lebih luas.

Badri menambahkan bahwa prestise global yang diperoleh perguruan tinggi melalui berbagai indikator pemeringkatan, seharusnya menjadi motor penggerak perkembangan sosial.