Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya penguatan kualitas tata kelola, kredibilitas, dan integritas publikasi ilmiah nasional.
"Jadi meskipun kita memiliki banyak jurnal, sebetulnya dari segi kualitas itu mungkin yang berdasarkan kategori SINTA, yang SINTA 1 itu hanya 1,5 persen dari total 16 ribu jurnal yang kita miliki," ujarnya.
Melalui KTJI, kata Najib, Kemdiktisaintek akan mempertemukan pengelola jurnal, penerbit, perpustakaan perguruan tinggi, asosiasi keilmuan, peneliti, serta lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.