Kemudian, memiliki panjang 149 meter dan lebar 11 meter. Struktur atas jembatan menggunakan Steel I Girder (SIG) sepanjang 30 meter serta Steel Box Girder (SBG) dengan bentang 57,2 meter dan 50 meter. Pembangunan juga mencakup oprit sisi Banda Aceh sepanjang 150 meter dan sisi Medan sepanjang 400 meter.

Dody menegaskan, penanganan infrastruktur pascabencana dilakukan dengan prinsip build back better, yakni membangun kembali dengan standar lebih kuat agar siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Sementara itu, Plt Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini mengatakan, pembangunan jembatan serta proteksi sungai merupakan bagian dari penanganan permanen pascabencana pada ruas jalan nasional di wilayah Bireuen dan Aceh Utara.

Secara umum, progress penanganan darurat dan permanen berjalan sesuai rencana, termasuk pekerjaan proteksi sungai. Meski terdapat penyesuaian pada sisi Medan karena kendala sosial terkait pemanfaatan lahan.

"Namun, BPJN Aceh telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Bireuen dan perwakilan masyarakat terdampak untuk memperoleh kesepakatan mengenai pemanfaatan lahan,” kata Zulkarnaini.