Dengan telah beroperasinya jembatan dan diperkuatnya perlindungan tebing sungai, penanganan Krueng Tingkeum tidak hanya untuk memulihkan konektivitas pascabencana, tetapi juga meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap potensi ancaman dari kondisi sungai.

Upaya tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan fungsi jembatan sebagai bagian dari Koridor Lintas Timur Aceh–Sumatera Utara.

"Infrastruktur ini melayani pergerakan masyarakat sekaligus menjadi jalur penting distribusi barang dan logistik antardaerah," ujar Zulkarnaini.

Kementerian PU terus menyelesaikan pekerjaan pendukung di sekitar jembatan serta melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan seluruh penanganan dapat diselesaikan secara optimal.

Penanganan jembatan Krueng Tingkeum menjadi bagian dari komitmen Kementerian PU untuk membangun infrastruktur yang tidak hanya kembali berfungsi setelah bencana, tetapi juga lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang.