NADIKABAR.COM — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat akibat meluapnya Sungai Batang Air Dingin dengan memulihkan sejumlah fasilitas umum (fasum) dan kawasan permukiman secara menyeluruh, baik pada infrastruktur fisik maupun aliran sungai.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan layanan dasar dengan membersihkan kawasan permukiman terdampak, serta memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

“Saya telah instruksikan rekan-rekan PU melalui balai terus mendukung pembersihan kawasan terdampak dan memastikan kebutuhan penanganan di lapangan dapat dipenuhi,” kata Menteri Dody dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (Ditjen PS), Kementerian PU telah melakukan survei terhadap 32 titik untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan fasilitas umum sekaligus menentukan prioritas penanganan darurat.

Hasil pendataan menunjukkan empat masjid, enam mushalla, dan satu puskesmas pembantu (pustu) terdampak banjir bandang. Sementara itu, tidak ditemukan dampak pada lima puskesmas maupun rumah sakit yang disurvei.

Penanganan difokuskan pada pembersihan fasilitas ibadah dan layanan kesehatan agar dapat kembali dimanfaatkan masyarakat. Sejumlah fasilitas yang telah rampung dibersihkan meliputi Masjid Babbusalam, Masjid Taqwa Guo, Masjid Nurul Anhar, Mushalla Al-Hikmah, Mushalla Ar-Ridwan, dan Mushalla Jabal Nur, serta Pustu Gurun Laweh.

Pembersihan juga dilakukan di kawasan permukiman, seperti di Kampung Tanjung, Kampung Guo, hingga kawasan perumahan Lumin Park. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan melalui skema padat karya dengan melibatkan karang taruna setempat.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Prasarana Strategis, Kuswara mengatakan penanganan sarana dan prasarana tersebut telah dilakukan dan beberapa sudah mulai bisa digunakan masyarakat secara bertahap.