Menurut dia, tradisi inovasi tersebut telah berkembang sejak agenda OASE sebelumnya, pada OASE I di Banda Aceh tahun 2021, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga meraih juara bidang Nanoteknologi dan Produk Kesehatan melalui penelitian formulasi mikrokapsul ekstrak anggur laut berbasis nanokitosan.
Pada OASE II di Jakarta tahun 2023, ekspo menghadirkan 100 stan dengan beragam bidang keilmuan, salah satu karya yang diperkenalkan adalah inovasi nano cream mahasiswa UIN Alauddin Makassar.
Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag, Sahiron menilai rekam jejak tersebut menunjukkan pengembangan sains di PTKIN memiliki kesinambungan, tantangannya adalah memperkuat mutu penelitian di balik setiap karya.
"Kecanggihan tampilan harus disertai penjelasan ilmiah. Mahasiswa perlu menjawab masalah apa yang diteliti, bagaimana metodenya, apa hasil pengujiannya, dan di mana keterbatasannya. Itu yang membuat inovasi memiliki bobot akademik," kata Sahiron.