Sementara pada OASE III di Yogyakarta, cabang Robotik diikuti 39 mahasiswa, cabang nanoteknologi dan kesehatan diikuti 32 mahasiswa. Keduanya menjadi bagian dari kompetisi yang mempertemukan 497 finalis dari 54 PTKIN setelah seleksi daring yang diikuti 1.592 mahasiswa.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan mengatakan bahwa ekspo memberi ruang bagi kampus peserta untuk memperkenalkan karya sekaligus bertukar pengetahuan.
"Ekspo menjadi kesempatan bagi mahasiswa menjelaskan proses penelitian dan menerima masukan. Pertemuan antar-kampus juga membuka kemungkinan mempertemukan gagasan dengan keahlian serta fasilitas yang diperlukan untuk pengembangan berikutnya," katanya.
Selain robotika dan kesehatan, rangkaian OASE mencakup teknologi produk halal, ketahanan pangan, pengelolaan limbah, serta konservasi energi. Melalui karya-karya tersebut, mahasiswa kampus Islam membawa pertanyaan yang relevan bagi masa depan.