NADIKABAR.COM — Kementerian Agama menyatakan sebanyak 34 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dijadwalkan siap unjuk karya mahasiswa dalam agenda Expo Inovasi OASE III yang digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 3-7 November 2026.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Amien Suyitno di Yogyakarta, Senin, mengatakan karya mahasiswa perlu menjadi bagian utama dalam memperkenalkan kualitas PTKIN kepada masyarakat.
"Publik perlu melihat apa yang dikerjakan mahasiswa PTKIN di laboratorium dan ruang riset. Ada robotika, nanoteknologi, kesehatan, serta teknologi pangan. Karya-karya inilah yang harus berbicara tentang kemampuan kampus Islam," katanya.
Pihaknya menilai penguasaan teknologi dapat memperluas kontribusi PTKIN dalam pembangunan, bekal keagamaan dapat memperkuat tanggung jawab mahasiswa ketika mengembangkan dan menggunakan ilmu pengetahuan.
"Mahasiswa perlu memahami cara kerja teknologi sekaligus akibat penggunaannya bagi manusia dan lingkungan. Di situlah pendidikan keagamaan dan penguasaan sains saling memperkuat," katanya.
Menurut dia, tradisi inovasi tersebut telah berkembang sejak agenda OASE sebelumnya, pada OASE I di Banda Aceh tahun 2021, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga meraih juara bidang Nanoteknologi dan Produk Kesehatan melalui penelitian formulasi mikrokapsul ekstrak anggur laut berbasis nanokitosan.
Pada OASE II di Jakarta tahun 2023, ekspo menghadirkan 100 stan dengan beragam bidang keilmuan, salah satu karya yang diperkenalkan adalah inovasi nano cream mahasiswa UIN Alauddin Makassar.
Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag, Sahiron menilai rekam jejak tersebut menunjukkan pengembangan sains di PTKIN memiliki kesinambungan, tantangannya adalah memperkuat mutu penelitian di balik setiap karya.
"Kecanggihan tampilan harus disertai penjelasan ilmiah. Mahasiswa perlu menjawab masalah apa yang diteliti, bagaimana metodenya, apa hasil pengujiannya, dan di mana keterbatasannya. Itu yang membuat inovasi memiliki bobot akademik," kata Sahiron.
Sementara pada OASE III di Yogyakarta, cabang Robotik diikuti 39 mahasiswa, cabang nanoteknologi dan kesehatan diikuti 32 mahasiswa. Keduanya menjadi bagian dari kompetisi yang mempertemukan 497 finalis dari 54 PTKIN setelah seleksi daring yang diikuti 1.592 mahasiswa.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan mengatakan bahwa ekspo memberi ruang bagi kampus peserta untuk memperkenalkan karya sekaligus bertukar pengetahuan.
"Ekspo menjadi kesempatan bagi mahasiswa menjelaskan proses penelitian dan menerima masukan. Pertemuan antar-kampus juga membuka kemungkinan mempertemukan gagasan dengan keahlian serta fasilitas yang diperlukan untuk pengembangan berikutnya," katanya.
Selain robotika dan kesehatan, rangkaian OASE mencakup teknologi produk halal, ketahanan pangan, pengelolaan limbah, serta konservasi energi. Melalui karya-karya tersebut, mahasiswa kampus Islam membawa pertanyaan yang relevan bagi masa depan.