NADIKABAR.COM β€” Kementerian Agama melaporkan sebanyak 4.185 pondok pesantren telah mendapat bantuan inkubasi bisnis kemandirian ekonomi pesantren sejak diluncurkannya program tersebut pada 2021 hingga 2025.

"Dari 4.000-an itu bertransformasi menjadi Bumpes, Badan Usaha Milik Pesantren,” ujar Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said saat peluncuran logo Hari Santri 2026 di Jakarta, Selasa.

Basnang mengatakan pesantren-pesantren yang telah kuat secara ekonomi ini akan turut meramaikan rangkaian peringatan Hari Santri 2026.

Kementerian Agama menyiapkan acara khusus yakni Expo Kemandirian Pesantren yang rencananya bakal digelar pada 16-24 Oktober 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta.

Expo ini akan menampilkan berbagai potensi dan capaian pesantren kepada masyarakat. Pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga melahirkan berbagai sumber daya manusia di bidang ekonomi.

Basnang memaparkan expo ini juga akan menjadi bukti bahwa negara telah hadir membantu kewirausahaan pesantren, yang juga berkontribusi menguatkan perekonomian di tengah-tengah masyarakat.

β€œTemanya mencakup makanan dan minuman, buku, pakaian khas Nusantara, serta produk-produk khas lainnya. Semuanya nanti akan kita pamerkan dan semoga juga memiliki nilai ekonomi,” kata dia.

Menurutnya, pesantren bukan hanya perihal santri dan kiai, tapi membangun ekosistem ekonomi di masyarakat. Perekonomian warga turut terangkat dengan hadirnya pesantren yang menyediakan berbagai kebutuhan mereka.

β€œBayangkan misalnya ada penjual donat yang kemudian Santri bisa beli di luar. Kemudian sehingga ekosistem pesantren itu bukan hanya mensejahterakan orang yang ada di pesantren, tapi juga masyarakat yang ada di sekitar pesantren,” kata dia.