NADIKABAR.COM β€” Kementerian Agama (Kemenag) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Kekerasan secara berjenjang guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak di pondok pesantren.

β€œKehadiran Ditjen Pesantren ini adalah amanah besar dari Bapak Presiden dan harus dijawab dengan kerja nyata. Program-program yang langsung menyentuh pesantren ini tolong benar-benar dikawal dan dievaluasi,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Pembentukan satgas ini bertepatan dengan peluncuran program Safe Santri, yang menjadi salah satu program prioritas Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama yang baru dibentuk.

Menag menyambut baik dan memberikan dukungan penuh atas inovasi program kerukunan dan perlindungan tersebut. Ia menginstruksikan seluruh jajarannya, dari pusat hingga daerah, untuk mengawal implementasi program 100 hari kerja Ditjen Pesantren.

Nasaruddin berharap Safe Santri dan Satgas Anti-Kekerasan yang komprehensif, maka pondok pesantren dapat mengokohkan diri sebagai benteng moral peradaban, mencetak generasi unggul, dan berakhlak mulia yang tumbuh dalam ekosistem sehat.