"Di UINSA salah satu yang dikembangkan adalah bagaimana mengkaji penyakit pesantren, contohnya kudisan. Ini dikaji dari perspektif ilmu kedokteran murni sekaligus pendekatan Thibbun Nabawi (pengobatan ala Nabi)," jelas Amien.

Langkah ini dianggap sebagai bentuk nyata perkawinan ilmu pengetahuan (ulumul kaunia/insania) dengan nilai-nilai keagamaan untuk menyelesaikan persoalan riil di masyarakat.

Selain tingkat perguruan tinggi, Kemenag telah membuktikan keberhasilan model pendidikan holistik ini melalui Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC). Sekolah unggulan ini menggabungkan sains, ilmu sosial, dan pendalaman agama secara seimbang.

Amien mengungkapkan kebanggaannya terhadap capaian lulusan MAN IC yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas keagamaannya.