"Di tengah ancaman kekeringan dan karhutla, salat istisqa menjadi ruang bagi umat untuk berdoa sekaligus memperkuat kepedulian terhadap alam. Melalui edaran tersebut, Kemenag mengajak masyarakat memadukan ikhtiar spiritual dengan upaya menjaga lingkungan sesuai peran masing-masing," katanya.
Dilansir dari laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), karhutla tercatat masih terjadi di sejumlah provinsi yakni Jambi, Sumatera Selatan, Riau Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.
Jumlah titik panas atau hotspot dalam 24 jam terakhir di enam provinsi tersebut ada 1.593 titik, dan 197 titik api atau fire spot.
Luas terbakar dalam 24 jam terakhir sebanyak 10.781 hektare (ha), dengan luas yang ditangani baik lewat udara dan darat 877,76 ha.
Adapun kualitas udara berada di kategori berbahaya hingga sangat tidak sehat.
Sebanyak 71.878 personel gabungan dari sejumlah instansi diterjunkan untuk menangani karhutla beserta segala dampaknya.