NADIKABAR.COM β€” Kementerian Agama menginginkan penyelenggaraan Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS Plus) 2026 jadi panggung unjuk gigi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) menjawab persoalan masyarakat melalui sains, teknologi, dan riset lintas disiplin.

β€œKita ingin menunjukkan bahwa PTKIN sekarang bukan lagi monodisiplin, tetapi sudah multidisipliner dan interdisipliner,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Suyitno menekankan tiga prioritas dalam penyelenggaraan AICIS+, yakni memperkuat substansi penelitian, menampilkan inovasi yang bermanfaat, serta memastikan makalah peserta ditindaklanjuti menuju publikasi ilmiah.

Konferensi yang disiapkan berlangsung di Cirebon pada 17-20 November 2026 itu didorong menjangkau perguruan tinggi umum.

Suyitno meminta penguatan pendekatan lintas disiplin dimulai dari pemilihan dan pengelompokan makalah. Kajian keislaman perlu dikembangkan melalui pertemuan dengan bidang ilmu lain agar mampu menjawab persoalan aktual masyarakat.

Ia mencontohkan persoalan sampah yang dapat diteliti melalui perspektif biologi, gender, dan bidang keilmuan lainnya. Persoalan tersebut membuka ruang bagi peneliti untuk menghubungkan dimensi lingkungan dengan perilaku serta kehidupan sosial masyarakat.