Sementara pilar ketiga adalah cinta kepada alam semesta dan seluruh makhluk hidup. Pilar ini diharapkan menumbuhkan tanggung jawab ekologis sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan.
Arskal kemudian mengaitkan ketiga pilar tersebut dengan konsep Tri Hita Karana yang menjadi salah satu landasan kearifan lokal Bali.
"Parahyangan dan cinta kepada Tuhan, Pawongan dan cinta kepada kemanusiaan, Palemahan dan cinta kepada alam," lanjutnya.
Menurutnya, kesamaan nilai tersebut menunjukkan bahwa pendidikan agama pada dasarnya dapat menjadi sarana untuk membangun kehidupan yang harmonis dan saling menghormati.