Arskal menambahkan perdamaian tidak cukup dibangun melalui negosiasi tingkat tinggi. Menurutnya, nilai-nilai perdamaian perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan.
"Kedamaian itu akan lahir, dan akan bertahan, jika ditanamkan sejak dini di ruang-ruang kelas, di pesantren, di madrasah, di perguruan tinggi keagamaan, dan dari mimbar-mimbar rumah ibadah, melalui pendidikan yang berakar pada cinta," imbuhnya.
Dia menegaskan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu upaya Kemenag untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kematangan spiritual dan sosial.
"Kurikulum Berbasis Cinta adalah upaya kami untuk menanamkan benih-benih ini agar generasi mendatang tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial, siap menjadi pembawa kedamaian di zamannya masing-masing," ucapnya.