Menurut dia, pemulihan masyarakat pascabencana tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan fisik. Korban gempa juga membutuhkan dukungan psikologis, spiritual, serta penguatan keluarga agar mampu melewati masa pemulihan.
"Kolaborasi ini penting agar pendampingan kepada korban gempa tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologis, spiritual, dan ketahanan keluarga," ujar Anselmus.
Dalam pembekalan, lanjutnya, para penyuluh memperoleh materi mengenai bencana dalam perspektif agama, peran dan kompetensi tokoh agama dalam kebencanaan, dukungan psikososial awal berbasis pendekatan agama, perancangan intervensi psikososial, sistem rujukan gangguan kesehatan jiwa, keterampilan memfasilitasi kelompok, serta penguatan keluarga tangguh bencana.
βMelalui kolaborasi Kemenag, WVI, dan DP2KBP3A, para penyuluh diharapkan menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat dengan membantu memperkuat ketahanan mental, spiritual, dan keluarga pascagempa,β ujarnya.