Menurut Arskal, kondisi kerukunan di Bali menjadi salah satu gambaran bagaimana masyarakat dengan latar belakang agama dan budaya yang berbeda dapat hidup berdampingan.
"Di Bali luar biasa ya. Kita menyaksikan betul bagaimana masyarakat Bali begitu toleran ya, menghormati perbedaan. Agama-agama lain juga bisa hidup tenteram di sini. Begitu pun juga tradisi Bali tetap dipertahankan dan agama-agama yang lain yang hadir di Bali juga ikut merayakan, menghormati tradisi-tradisi setempat di sini," ujarnya.
Meski demikian, Arskal mengatakan adanya satu atau dua persoalan yang berkaitan dengan perbedaan kelompok, kepentingan, agama, maupun suku tidak serta-merta menggambarkan kondisi keseluruhan masyarakat.
"Itu hal yang terjadi di mana semua tradisi ya, apakah itu tradisi agama, kelompok, kepentingan, suku, bahwa tapi itu sangat minor sekali ya. Tidak bisa digunakan sebagai petunjuk bahwa itu mewakili semuanya, tidak," imbuhnya.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut justru harus menjadi pengingat agar masyarakat tidak terlena dan terus menjaga kerukunan.