Sebagai tahap awal, pembangunan fasilitas khusus itu diperkirakan menyasar lima hingga sepuluh Ma’had Aly pada 2027. Penentuan lokasi akan mempertimbangkan kesiapan lahan, tingkat kebutuhan, jumlah mahasantri, serta kemampuan anggaran.

Dalam pembahasan tersebut, muncul perkiraan kebutuhan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk setiap lokasi. Namun, angka tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut dan penyesuaian dengan kondisi anggaran yang tersedia.

Basnang menegaskan pembangunan fasilitas Ma’had Aly tidak dimaksudkan untuk menyeragamkan bentuk dan karakter seluruh pendidikan tinggi pesantren. Pengembangan infrastruktur tetap perlu memperhatikan kekhasan dan tradisi masing-masing pesantren.

“Tidak ada niatnya untuk menyeragamkan, karena Undang-Undang Pesantren kan mengakui keunikan kekhasannya,” kata dia.