Selain pembangunan sarana fisik, Basnang juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola akademik Ma’had Aly melalui integrasi data dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Menurut dia, integrasi tersebut diperlukan untuk memperkuat rekognisi atau pengakuan terhadap lulusan Ma’had Aly, terutama dalam mengakses kesempatan kerja maupun melanjutkan pendidikan.
Ia meminta koordinasi dengan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan serta pihak terkait ditindaklanjuti agar persoalan verifikasi data akademik tidak menjadi hambatan bagi para lulusan.
Basnang juga mendorong pemetaan kebutuhan bantuan pendidikan bagi mahasantri, termasuk penjajakan peluang akses terhadap Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sesuai ketentuan yang berlaku.