NADIKABAR.COM — Kementerian Kebudayaan mengajak komunitas akademik internasional untuk memperluas perspektif dalam memahami sejarah manusia, dengan memberikan perhatian lebih besar terhadap peran masyarakat kepulauan dan lingkungan maritim.
"Untuk memahami masa depan, kita harus terlebih dahulu memahami kedalaman dan keberagaman masa lalu. Dunia yang kita tinggali saat ini terbentuk dari perjalanan panjang banyak generasi, jauh sebelum sejarah mulai ditulis,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Menbud dalam pembukaan kongres ke-23 Asosiasi Prasejarah Indo-Pasifik (IPPA) di Universitas Gadjah Mada yang dihadiri 850 praktisi bidang arkeologi, antropologi, paleoantropologi, sejarah, dan linguistik dari 42 negara untuk membahas perkembangan penelitian prasejarah dan peradaban manusia di kawasan Indo-Pasifik itu juga mengatakan bahwa di kawasan Indo-Pasifik, Indonesia memiliki kontribusi besar dalam membantu kita memahami sejarah manusia.