NADIKABAR.COM — Kementerian Kebudayaan memfasilitasi enam pameran seni rupa regional untuk dapat tampil dan unjuk gigi dalam gelaran Art Jakarta 2026 yang tergabung dalam MTN (Manajemen Talenta Nasional) Market.

"Kita harapkan daerah-daerah yang mempunyai pasar seni, seniman-seniman yang mungkin ada di daerah-daerah yang selama ini kurang dikenal atau belum mendapatkan kesempatan platform di pasar seni, seperti Jakarta,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta, Jumat.

Enam festival atau pasar seni rupa yang ikut serta lewat fasilitasi MTN yakni Mini Art Malang dari Malang, Artists Art Fair dari Pekanbaru, ART HEY dari Banyumas, Maa Ledungga dari Gorontalo, Hello Goodbye Photo Market dari Bekasi kemudian Watercolour Art Fair dari Yogyakarta.

Upaya tersebut menjadi langkah Kementerian Kebudayaan mempromosikan kekayaan seni rupa dari berbagai wilayah di Indonesia agar semakin dikenal dan mendapatkan pengakuan pasar.

Selain itu, lewat Art Jakarta, para seniman yang ikut serta lewat fasilitasi MTN ini juga diharapkan mampu memperluas jejaring hingga bertemu kolektor-kolektor potensial.

"Jadi, kita sangat apresiasi kepada Art Jakarta yang sudah mempunyai platform besar, berkelanjutan dan mudah-mudahan terus-terus semakin besar sehingga kita bisa ikut mendorong juga manajemen talenta, program-program manajemen talenta untuk terlibat di sini,” ujar Fadli Zon.

MTN Seni Budaya merupakan program prioritas nasional yang bertujuan menjaring, mengembangkan, serta mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan.

Program ini juga terbuka untuk seluruh talenta seni budaya Indonesia, dari bibit, potensial, hingga unggul untuk menapaki skema trajektori yang mendukung langkah berkarya di panggung nasional dan juga internasional.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Ahmad Mahendra, Rabu (5/8) mengatakan Manajemen Talenta Nasional (MTN) bidang seni budaya diposisikan sebagai akses para pelaku budaya untuk meningkatkan kapasitas serta ruang eksistensi untuk mencapai pasar yang lebih luas di kancah nasional maupun internasional.

"MTN ini menjadi sekolah bagi para pelaku budaya. Selama ini, pendidikan seringkali hanya dilihat dari jenjang formal, namun, kita jarang memikirkan bagaimana menyekolahkan para praktisi budaya agar mereka bisa eksis dan memiliki kemampuan yang terukur," ujar Mahendra.