Juru bicara Yayasan WoW Indonesia, Achmad Ridho Wahyudi mengatakan segala karya yang ada dalam perhelatan puncak adalah buah karya para residen.

"Residen belajar mengolah anyaman bambu menjadi produk seni dan ekonomis misalnya jaranan dan hasilnya digunakan oleh para penari Jaranan sebagai properti tari mereka," katanya.

Menurut dia komposisi musik jaranan hasil eksplorasi dan padu padan gamelan dengan instrumen musik lainnya menjadi pengiring tari jaranan dan persembahan lainnya, gamelan menjadi sentral seiring dengan ketertarikan para residen dari negara kepulauan pasifik terhadap instrumen tradisional tersebut.

"Awalnya gamelan hanya untuk perkenalan instrumen musik kepada residen. Para peserta justru tertarik sehingga kurator memfasilitasi merancang karya kolaborasi musik yang menggabungkan gamelan dengan alat musik tradisional Indonesia dan mancanegara," katanya.