Sebagai salah satu gereja tertua di Indonesia, Gereja Sion merupakan saksi perjalanan sejarah iman, era kolonialisme, hingga akulturasi budaya di Batavia sehingga diperlukan pelestarian cagar budaya serta kolaborasi dan pendekatan ilmiah dalam merawat rumah ibadah bersejarah.

Menbud menyampaikan bahwa bangunan ini menyimpan lapis sejarah yang merekam perkembangan Kota Jakarta, dinamika sosial-keagamaan, hingga jejak kolonialisme, serta menjadi saksi nyata keberagaman dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Bangunan Gereja Sion yang dahulu dikenal sebagai Portuguese Buitenkerk dibangun pada 19 Oktober 1693 dan diresmikan pada 23 Oktober 1695 di luar tembok Batavia.

Gereja ini menyimpan jejak sejarah akulturasi budaya Jemaat Mardijker yang mewarisi tradisi dan kebudayaan berunsur Portugis, serta menjadi saksi dinamika sosial, perkembangan arsitektur, dan perjalanan sejarah keberagaman bangsa Indonesia.