"Kita ingin membangun kesinambungan dialog kebudayaan dari Jakarta, Amsterdam, hingga Cape Town," kata Menteri Kebudayaan.

Upaya untuk membangun dialog kebudayaan antara lain akan diwujudkan melalui pendirian rumah budaya dan museum Indonesia di Cape Town serta penyelenggaraan pameran di Indonesia House Amsterdam.

"Melalui berbagai program tersebut, sejarah Syekh Yusuf dapat terus dikaji dan diperkenalkan kepada masyarakat luas," kata Menteri Kebudayaan.

"Kami juga berharap kehadiran rumah budaya dan museum Indonesia di Cape Town dapat menjadi jembatan kebudayaan yang memperkuat hubungan Indonesia dan Afrika Selatan secara berkelanjutan," katanya.

Pameran "There Was Something Here Before" yang dilaksanakan dari 3 Oktober hingga 23 Desember 2026 di Erasmus Huis, Jakarta, menampilkan kontribusi masyarakat asal Indonesia dalam membentuk kehidupan dan kebudayaan di Cape Town, Afrika Selatan.

"Pameran 'There Was Something Here Before' mengajak kita melihat kembali sejarah bersama melalui seni, kajian, dan dialog," kata Menteri Kebudayaan.

"Karya ini mempertemukan Indonesia, Belanda, dan Afrika Selatan dalam satu kerangka sejarah dan kebudayaan yang saling terhubung. Saya mengapresiasi Zahira Asmal yang mengajak kita melihat lebih dalam berbagai lapisan ingatan, komunitas, dan sejarah yang membentuk sebuah kota," ia menjelaskan.