Kurator sekaligus penggagas pameran, Zahira Asmal, menjelaskan bahwa penyelenggaraan pameran "There Was Something Here Before" berangkat dari upaya untuk memahami siapa saja yang membangun, merawat, dan membentuk sebuah kota.

Ia menyoroti kontribusi masyarakat dari bagian wilayah Indonesia seperti Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, yang membawa pengetahuan, kepercayaan, bahasa, makanan, keterampilan, dan tradisi yang kemudian turut membentuk kehidupan masyarakat Cape Town.

"Pameran ini mengajak kita memikirkan siapa sebenarnya yang membentuk sebuah kota. Siapa yang membangunnya, merawatnya, membawa pengetahuan, menciptakan kebudayaan, dan berjuang untuk menjadikannya rumah," katanya.

"Banyak dari mereka berasal dari Indonesia dan terus membentuk kehidupan Cape Town hingga hari ini. Saya berharap pameran ini dapat membuat kita melihat serta menghargai kontribusi dan sejarah mereka," ia menambahkan.

Pameran multimedia interaktif "There Was Something Here Before" memadukan hasil penelitian, materi arsip, fotografi, suara, seni, kesaksian personal, dan desain interaktif.

Melalui berbagai medium tersebut, pameran memperlihatkan bahwa kota bukanlah ruang yang statis, melainkan terus terbentuk melalui perpindahan manusia, kerja keras, perjuangan, kepedulian, dan upaya pemulihan.

"Selalu ada sesuatu yang hadir sebelum apa yang kita lihat hari ini. Ada kehidupan, perjalanan, perjuangan, dan komunitas. Tanggung jawab kita adalah menghadirkan sejarah tersebut agar dapat dikenali, dilestarikan, dan dimaknai oleh generasi baru," demikian Fadli Zon.