Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi menyampaikan bahwa Paviliun S’RASA merupakan titik temu yang interaktif antara pelaku usaha domestik dan buyer dari berbagai negara.
Puntodewi menekankan, kehadiran S’RASA dalam TEI ke-41 akan menghadirkan pengalaman berinteraksi dengan produk pangan lokal.
“Kami ingin pengunjung melihat Paviliun S’RASA sebagai sebuah pengalaman, bukan sekadar stan pameran. Setiap menu memiliki cerita dan didukung oleh penggunaan produk Indonesia yang dapat membuka peluang bisnis. Paviliun S’RASA dirancang agar pengunjung dapat melihat, mencicipi, dan berinteraksi langsung dengan kekayaan kuliner Indonesia,” ujar Puntodewi.
Ia melanjutkan, S’RASA sendiri merupakan program yang lebih dari sekadar promosi makanan, yang mana S’RASA merupakan promosi kuliner ke pasar global yang mengangkat identitas, cerita, dan warisan budaya Indonesia melalui jejaring restoran Indonesia di berbagai negara.
Melalui pendekatan tersebut, S’RASA mendorong cita rasa Nusantara untuk masuk dalam rantai pasok industri kuliner global.
Kementerian Perdagangan mengajak para pelaku industri, buyer, media, serta masyarakat luas untuk berkunjung dan memeriahkan Paviliun S’RASA di TEI 2026, dengan menikmati beragam rangkaian aktivitas interaktif sekaligus meraih kesempatan mendapatkan hadiah-hadiah menarik selama pameran berlangsung.
“Melalui S’RASA, Kemendag mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bangga dan mendukung kuliner Nusantara agar makin dikenal di panggung dunia. S’RASA bukan sekadar tentang makanan, melainkan identitas dan kebanggaan bangsa. Dari rendang hingga soto ayam, mari kita bersama-sama mendukung rempah dan produk pangan lokal untuk mendunia,” kata Puntodewi.