Fajarini menilai pelaku industri furnitur Indonesia memiliki peluang untuk membangun merek sendiri sehingga keunggulan bahan baku dapat diikuti dengan peningkatan nilai produk.

β€œKarena mereka sudah punya brand sendiri. Jadi yang mereka jual kan nilai tambah, brand awareness. Jadi sudah saatnya kalau kita berani, kita juga sudah bisa buat brand,” ujarnya.

Selain merek, lanjut dia, penyesuaian desain dengan kebutuhan pasar dinilai menjadi penting karena konsumen di negara tujuan memiliki preferensi yang berbeda-beda.