"Paviliun Produk Manufaktur menjadi wadah bagi perusahaan manufaktur Indonesia untuk memperkenalkan produk bernilai tambah sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan buyer internasional. Melalui paviliun ini, Kemendag mendorong perluasan akses pasar serta penguatan kemitraan bisnis bagi produk manufaktur Indonesia dalam rantai pasok global," tambah Puntodewi.

Paviliun lainnya yang turut dihadirkan meliputi Paviliun Alas Kaki, Paviliun Furnitur, Paviliun Tekstil, Paviliun Kawasan Berikat, Paviliun Farmalkes, Paviliun Kosmetik, dan Paviliun Alat Musik.

Menurut Puntodewi, keberagaman produk yang ditampilkan menunjukkan potensi industri manufaktur Indonesia, baik dari industri yang mengandalkan kreativitas, desain, dan keterampilan maupun industri yang membutuhkan penguasaan teknologi serta standar produksi tertentu.

"Keragaman ini menunjukkan peluang ekspor manufaktur Indonesia tidak hanya bertumpu pada industri berskala besar, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha mengembangkan produk yang inovatif, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan pasar internasional," tutur Puntodewi.

Ia menambahkan berbagai produk yang ditampilkan dalam paviliun manufaktur tersebut mencerminkan luasnya kapasitas produksi dan daya saing industri nasional di berbagai kelompok komoditas.