"Nah inilah saatnya di TEI ke-41 ini melalui hall kopi, teh, kakao ini kita bersama-sama melakukan branding kopi Indonesia," ucap Fajarini.

Ia mengatakan ruang tersebut juga akan diisi dengan berbagai kegiatan terkait kopi selama lima hari penyelenggaraan TEI.

Selain penguatan merek, ia menilai peningkatan nilai tambah menjadi bagian penting dalam pengembangan industri kopi nasional.

Menurut dia, produsen Indonesia tidak hanya menghasilkan kopi spesial, tetapi juga semakin mengembangkan produk akhir, antara lain kopi bubuk dan produk siap minum.

β€œKalau nanti semakin banyak produk-produk yang siap minum, tentunya nilai jualnya juga akan semakin bertambah,” ujarnya.

Fajarini mengatakan ekspor kopi Indonesia pada tahun ini mengalami penurunan setelah melonjak pada tahun sebelumnya.

Menurut dia, kinerja komoditas tersebut dapat berfluktuasi karena dipengaruhi harga, iklim, dan cuaca.

β€œTahun ini kayaknya masih dalam kondisi stabilisasi produksi,” ungkapnya.