Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 21 September 2026 mencatat volume ekspor kopi Indonesia sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai 208,1 ribu ton dengan nilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp18,10 triliun.

Pada Juli saja, nilai ekspor kopi mencapai 221,4 juta dolar AS atau sekitar Rp3,98 triliun, tertinggi secara bulanan sepanjang periode tersebut.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian mencatat produksi kopi nasional pada 2025 mencapai 832.675 ton, meningkat dari 813.346 ton pada 2024.

Produktivitas rata-rata kopi pada 2025 tercatat 846 kilogram per hektare dengan luas areal 1.275.908 hektare.

Kementerian Pertanian juga memproyeksikan luas areal kopi mencapai 1.281.491 hektare pada 2026.

Berdasarkan pemetaan pemerintah, sekitar 28 persen areal kopi pada wilayah yang dipetakan berpotensi mengalami kondisi kering pada September–November 2026 sehingga budidaya adaptif iklim diperkuat untuk menjaga produktivitas dan kualitas.

Fajarini sebelumnya menyinggung kondisi kekeringan dan banjir ketika menjelaskan dinamika produksi kopi tahun ini.

Melalui penguatan identitas dan peningkatan produk bernilai tambah, Kemendag berharap kopi Indonesia tidak hanya dikenal berdasarkan daerah asalnya, tetapi juga semakin kuat sebagai produk nasional di pasar global.