NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, melalui Kelurahan Guntung Paikat mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui tiga inovasi untuk mengurangi limbah rumah tangga, sekaligus mengubah sampah plastik bernilai jual menjadi bantuan sembako bagi warga kurang mampu.
Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bernhard E Rondonuwu di Banjarbaru, Minggu, mengapresiasi inovasi tersebut karena mampu menghubungkan upaya menjaga lingkungan dengan pemberdayaan dan kepedulian sosial masyarakat.
"Apa yang dilakukan Kelurahan Guntung Paikat merupakan praktik baik yang patut dikembangkan. Sampah yang selama ini dianggap sebagai masalah ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan memiliki nilai ekonomi dan sosial," ujarnya.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Gapai Berkah atau Guntung Paikat Bersedekah Sampah yang mengajak warga mengumpulkan botol dan sampah plastik bernilai jual melalui kotak penampungan khusus di depan kantor kelurahan.
Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang dan dijual, sedangkan hasil penjualannya dikonversikan menjadi paket sembako untuk disalurkan kepada masyarakat kurang mampu, sehingga kegiatan menjaga kebersihan sekaligus menghasilkan manfaat sosial.
Selain itu kelurahan mengembangkan ekoenzim dengan memanfaatkan kulit buah yang difermentasi selama tiga bulan untuk menghasilkan cairan yang dapat digunakan bagi berbagai kebutuhan rumah tangga.
Inovasi lainnya adalah Losida atau Lodong Sisa Dapur yang memungkinkan warga mengolah sisa makanan menggunakan wadah khusus hingga terurai menjadi kompos alami untuk menyuburkan tanaman di lingkungan rumah.
Bernhard menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberlanjutan pengelolaan sampah, karena perubahan perilaku dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah limbah, mengolah sisa dapur, dan mengumpulkan plastik yang masih memiliki nilai ekonomi.
"Yang menarik, masyarakat tidak hanya diajak menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dilibatkan untuk membangun kepedulian dan membantu sesama. Inovasi seperti inilah yang perlu direplikasi oleh desa dan kelurahan lainnya," kata Bernhard.
Melalui tiga inovasi tersebut, Kelurahan Guntung Paikat memperlihatkan pengelolaan sampah dapat dilakukan dari tingkat rumah tangga dengan menggabungkan pengurangan limbah organik, pemanfaatan kembali sampah, serta penguatan solidaritas sosial untuk menciptakan lingkungan bersih dan masyarakat yang lebih peduli.