Kolaborasi tiga elemen penggerak masyarakat ini akan menjadi kekuatan besar dalam memajukan daerah.
Dekranasda sangat membutuhkan tata kelola kelembagaan yang makin solid agar program pengembangan kerajinan berjalan lebih terarah. Di sisi lain, TP PKK memiliki peran sentral berkat jejaring luasnya yang sangat dekat dengan lingkungan keluarga. Kelompok penggerak ini terus mendorong peningkatan kapasitas keluarga hingga penguatan aktivitas ekonomi warga setempat.
Sementara itu, TP Posyandu menduduki posisi strategis sebagai ujung tombak pemberdayaan warga di tingkat desa maupun kelurahan. Posyandu kini telah bertransformasi pesat melayani enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) demi melengkapi ekosistem layanan dasar.
"Melalui sinergi yang erat antara Dekranasda, Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, bukan berarti menyamakan tugas dan fungsi masing-masing lembaga, tapi justru sebaliknya, kita memperkuat pembagian peran dan kolaborasi berdasarkan tugas serta keunggulan masing-masing," ujarnya.
Sinergi ini dirancang untuk saling melengkapi tanpa harus tumpang tindih dalam eksekusi tugas lapangan.
Kegiatan strategis ini diharapkan mampu mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah di masing-masing daerah. Ajang ini juga menjadi wadah berharga untuk saling berbagi pengalaman terbaik antarwilayah di Indonesia bagian barat. Para kader didorong untuk terus menggali pendekatan inovatif yang paling sesuai dengan karakteristik unik wilayahnya.