NADIKABAR.COM — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meluncurkan buku 'Menjaga Roda Pemerintahan di Masa Transisi' di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Kamis (29/10). Buku ini mendokumentasikan pengalaman 12 penjabat kepala daerah dari Kemendagri selama masa transisi Pilkada 2024.
Studi ini mengulas tantangan kepemimpinan, pengelolaan birokrasi, dan upaya menjaga keberlanjutan layanan dasar, mulai dari pendidikan dan kesehatan hingga infrastruktur, sanitasi, dan pelindungan sosial.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menilai pengalaman para penjabat kepala daerah penting dipelajari dari perspektif kepemimpinan. Para penjabat menghadapi tantangan berbeda dari kepala daerah hasil pemilihan langsung, terutama terkait legitimasi, keterbatasan masa penugasan, adaptasi terhadap dinamika politik lokal, dan pemahaman atas karakteristik daerah.
"Para penjabat kepala daerah ditunjuk, bukan dipilih. Dalam konteks ilmu politik, legitimasi yang mereka miliki tentu berbeda," ujar Bima dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).
Lebih lanjut, kata dia, masa penugasan yang terbatas menuntut para penjabat beradaptasi dan mengambil keputusan dalam waktu singkat. Mereka perlu memahami dinamika politik lokal, membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan, serta mengelola birokrasi agar pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Pengalaman di lingkungan birokrasi dan jejaring nasional dapat menjadi modal untuk menghadapi tantangan tersebut. Namun, kemampuan mengelola berbagai situasi tetap bergantung pada kepemimpinan masing-masing penjabat.