NADIKABAR.COM β Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memberikan penghargaan kepada sembilan Desa Berkinerja Baik (DBB) Tahun 2026 dalam rangka konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting (P3S).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa (Mendes) PDT Yandri Susanto dalam Rapat Koordinasi Nasional Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa, seperti diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.
"Hari ini, kita melakukan semacam penghargaan atau apresiasi kepada desa-desa yang punya komitmen tinggi dan itu bisa dijadikan contoh untuk dalam hal konvergensi dan percepatan penurunan angka stunting,β ujar Mendes Yandri.
Kesembilan desa itu adalah Desa Tirtohargo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta; Desa Kesambi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah; Desa Sodong, Kabupaten Tangerang, Banten; Desa Kahala, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur; Desa Sakra Selatan, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat; Desa Barimbun, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan; Desa Baobolak, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur; Desa Melin Megikar, Kabupaten Merauke, Papua Selatan; dan Desa Malamoja, Sorong, Papua Barat Daya.
Lebih lanjut, Mendes Yandri mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya keterlibatan kementerian/lembaga untuk melakukan pencegahan dan penurunan angka stunting. Sejalan dengan itu, Kemendes PDT memperbolehkan dana desa digunakan untuk memberikan gizi kepada ibu hamil serta kepada anak-anak yang baru lahir guna mencegah stunting. Hal itu telah diatur dalam Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 16 Tahun 2025.
Selain itu, ada pula program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya untuk memberikan gizi serta mencegah stunting. Menurut Mendes Yandri, MBG bukan sekadar hidangan di meja makan, melainkan juga menggerakkan perekonomian di desa.
βKarena stunting salah satu persoalan dasarnya adalah kemiskinan, ketiadaan, nah maka untuk mengurai kemiskinan itu ya dengan Astacita Keenam, mesti kita kawal secara bersama-sama, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,β ujar Mendes Yandri.