Lebih lanjut, Samsul menjelaskan bahwa klaster rumah di Papua terkadang hanya terdiri atas 10 hingga 20 rumah, sementara jumlah siswa di sekolah juga relatif sedikit.
βKlaster rumah mereka itu kadang hanya 10 rumah, 20 rumah, gitu kan. 20 rumah mungkin yang sekolah cuma 20 orang. Sekolah-sekolah mereka kecil, dan sebagainya,β ujarnya.
Menurut Samsul, kondisi tersebut membuat pendekatan penyediaan makanan perlu disesuaikan dengan skala komunitas dan kondisi rantai pasok setempat.
Dalam konteks tersebut, dapur komunal merupakan dapur bersama yang dapat digunakan masyarakat untuk mengolah makanan sekaligus menjadi tempat belajar memasak makanan berbahan pangan lokal.