NADIKABAR.COM β€” Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjemput aspirasi dari guru maupun kepala satuan pendidikan terkait dengan kebutuhan dan perbaikan layanan pendidikan di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat dalam kunjungan ke wilayah tersebut, mengatakan Kemendikdasmen saat ini mengutamakan revitalisasi satuan pendidikan di wilayah rawan bencana, termasuk Kabupaten Demak yang rentan banjir, guna memastikan peserta didik tetap memiliki tempat belajar yang aman dan layak.

β€œPrioritas pertama adalah penyelesaian sekolah-sekolah di daerah bencana. Siswa tidak boleh kehilangan tempat dan waktu belajar karena fasilitasnya rusak akibat bencana,” ujarnya dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan Kabupaten Demak telah memperoleh program revitalisasi bagi 89 satuan pendidikan pada tahun anggaran 2025 dan mengusulkan 111 satuan pendidikan untuk tahap berikutnya.

Sejumlah sekolah itu, katanya, berada pada wilayah yang berulang kali menghadapi banjir sehingga penguatan bangunan, termasuk konsep sekolah panggung di lokasi tertentu, diperlukan agar kegiatan belajar tidak terhenti ketika bencana terjadi.

Atip menambahkan sekolah dengan kerusakan berat, terutama di wilayah terdampak bencana, perlu mendapat perhatian dalam penentuan prioritas.