NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirimkan sebanyak 20 kompetitor yang terdiri dari murid dan alumni SMK pada ajang internasional WorldSkills Competition (WSC) ke-48 yang digelar di Shanghai World Expo Cultural Center.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan Indonesia tahun ini mengirimkan 20 kompetitor didampingi 17 eksper (expert), serta tim pendukung yang akan berlaga dalam 17 bidang keahlian.

“Kesempatan ini menjadi panggung untuk membuktikan bahwa talenta vokasi muda Indonesia memiliki keterampilan, daya juang, dan kreativitas yang sejajar dengan standar dunia. Jangan minder, bertandinglah dengan percaya diri, fokus, disiplin, sportif, dan berikan yang terbaik,” kata Tatang di Jakarta Pusat pada Jumat.

Ketujuh belas bidang keahlian itu ialah Mechatronics, Software Applications Development, Autobody Repair, Electronics, Web Technologies, Industrial Control, Pâtisserie and Confectionery, Automobile Technology, Cooking, Restaurant Service, Refrigeration and Air Conditioning, IT Network Systems Administration, Industry 4.0, Heavy Vehicle Technology, 3D Digital Game Art, Rail Vehicle Technology, serta Robot Systems Integration.

Tatang menekankan keikutsertaan Indonesia dalam WSC 2026 tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, namun juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman, membandingkan standar keterampilan dengan negara lain, serta memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global.

Para kompetitor, lanjutnya, berasal dari berbagai latar belakang, termasuk murid dan alumni SMK, institusi pendidikan, serta mitra industri, yang telah menjalani pembinaan dan pelatihan intensif sebelum bertanding di tingkat dunia.

Usai mengikuti upacara pembukaan, ia menjelaskan para kompetitor Indonesia bersiap menghadapi pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 23 hingga 26 September 2026 di National Exhibition and Convention Center (NECC), Shanghai.

“Kehadiran delegasi Indonesia di tengah ribuan talenta muda dunia mencerminkan semangat untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas pengalaman internasional, dan memperkenalkan potensi keterampilan anak bangsa,” kata Tatang.

Kepada para delegasi Indonesia, ia pun berpesan untuk menyerap pengalaman sebanyak mungkin untuk kemudian dibawa pulang ke Indonesia.

Momentum ini, kata dia, diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi murid SMK dan generasi muda Indonesia untuk terus mengasah keterampilan dan berani bersaing di tingkat internasional.

“Jangan hanya pulang membawa medali. Pulanglah membawa pengalaman, teknologi, dan standar dunia. Kemenangan terbesar bukan hanya ketika merah putih berkibar di podium, tetapi juga ketika pengalaman mengubah cara kita mendidik dan melatih jutaan anak SMK di tanah air. Dari Indonesia untuk dunia, talenta terampil siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di panggung WSC Shanghai 2026,” kata Tatang.